A. Manusia
Ada dua pandangan yang akan kita jadikan acuan untuk menjelaskan tentang unsur-unsur yang membangun manusia. Manusia terdiri dari empat unsur yang saling terkait yaitu Jasad, Hayat, Ruh dan Nafs (Diri/Keakuan). Manusia sebagai suatu keperibadian mengandung tiga unsur yaitu :
1. Id : Merupakan struktur keperibadian yang paling primitif dan tidak Nampak.
2. Ego : Bagian/sturktur kepribadian yang pertama kali dibedakan dari Id.
3. Superego : Struktur keperibadian paling akhir, muncul kira-kira pada usia lima tahun.
B. Hakekat Manusia
1. Makhluk ciptaan Tuhan yang terdiri dari tubuh dan jiwa sebagai satu kesatuan yang utuh.
2. Makhluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna, jika dibandingkan dengan makhluk lainnya.
3. Makhluk biokultural, yaitu makhluk hayati yang budayawi.
4. Makhluk ciptaan Tuhan yang terikat dengan lingkungan (ekologi).
5. Makhluk ciptaan Tuhan yang mempunyai kualitas dan martabat.
C. Keperibadian Bangsa Timur
Francis L.K Hsu, sarjana Amerika keturunan Cina yang mengkombinasikan dalam dirinya keahlian didalam ilmu antropologi, ilmu psikologi, ilmu filsafat dan kesustraan Cina klasik. Karya tulinya berjudul Psychological Homostatis Cina Klasik.
Ilmu psikologi yang memang berasal dan timbul dalam masyarakat Barat, dimana konsep individu itu mengambil tempat yang amat penting, biasanya menganalisis jiwa manusia dengan terlampau banyak menekan kepada pembatasan konsep individu sebagai kesatuan analisis tersendiri.
Sampai sekarang, ilmu psikologi di Negara-negara Barat itu terutama mengembangkan konsep-konsep dan terori mengenai aneka warna isi jiwa, serta metode-metode dan alat-alat untuk menganalisis dan mengukur secara detail variasi isi jiwa individu itu. Sebaliknya, ilmu itu masih kurang mengembangkan konsep-konsep yang dapat menganalisis jaringan berkait antara jiwa individu dan lingkungan social budayanya.
Untuk menghindari pendekatan terhadap jiwa manusia itu, hanya sebagai subyek yang terkandung dalam batas individu yang terisolasi, maka Hsu telah mengembangkan suatu konsepsi, bahwa dalam jiwa manusia sebagai sebagai makhluk social budaya itu mengandung delapan daerah yang seolah-olah seperti lingkaran-lingkaran kosentris sekitar diri pribadi.
D. Pengertian Kebudayaan
Kebudayaan jika dikaji dari asal kata bahasa sansekerta berasal dari kata budhayah yang berarti budi atau akal. Dalam bahasa latin, kebudayaan berasal dari kata colere, yang berarti mengolah tanah, jadi kebudayaan secara umum dapat diartikan sebagai “segala sesuatu yang dihasilkan oleh akal budi (pikiran) manusia dengan tujuan untuk mengolah tanah atau tempat tinggalnya” atau dapat pula diartikan “segala usaha manusia untuk dapat melangsungkan dan mempertahankan hidupnya di dalam lingkungannnya”.
E. Unsur-Unsur Kebudayaan
Menurut C. Kluckhohn di dalam karyanya berjudul Universal Categories of Culture mengemukakan, bahwa ada tujuh unsur kebudayaan universal, yaitu :
1. Sistem religi (Sistem Kepercayaan)
2. Sistem organisasi Kemasyarakatan
3. Sistem pengetahuan
4. Sistem mata pencaharian hidup dan sistem-sistem ekonomi
5. Sistem teknologi dan peralatan
6. Bahasa
7. Kesenian
F. Wujud Kebudayaan
Menurut dimensi wujudnya, kebudayaan mempunyai tiga wujud yaitu :
1. Kompleks gagasan, konsep dan pikiran manusia
Wujud ini disebut sistem budaya, sifatnya abstrak, tidak dapat dilihat dan berpusat pada kepala-kepala manusia yang menganutnya, atau dengan perkataan lain, dalam alam pikiran warga masyarakat dimana kebudayaan bersangkutan hidup.
2. Kompleks aktivitas :
Wujud ini sering disebut sistem sosial. Sistem sosial ini terdiri dari aktivitas-aktivitas manusia-manusia yang berinteraksi, berhubungan serta bergaul satu dengan yang lain dari waktu ke waktu , selalu menurut pola-pola tertentu yang berdasarkan adat tata kelakuan.
3. Wujud sebagai benda :
Aktivitas manusia yang saling berinteraksi tidak lepas dari berbagai penggunan peralatan sebagai hasil karya manusia untuk mencapai tujuannya.
G. Orientasi Nilai Budaya
Berikut ini adalah Kerangka Khuckhohn Mengenai Lima Masalah Dasar dalam Hidup yang Menentukan Orientasi Nilai Budaya Manusia
Masalah dasar
dalam hidup kita Orientasi Nilai Budaya
Hakekat Hidup (MH) Hidup itu buruk Hidup itu baik Hidup itu buruk tetapi manusia wajib berikhtiar supaya hidup itu menjadi baik.
Hakekat Karya (MK) Karya itu untuk nafkah hidup Karya itu untuk kedudukan, kehormatan dan sebagainya Karya itu untuk menambah karya
Persepsi manusia tentang waktu (MW) Orientasi ke masa depan Oriantasi ke masa lalu Orientasi ke masa depan
Pandangan manusia terhadap alam (MA) Manusia tunduk kepada ala yang dahsyat Manusia berusaha menjaga keselarasan dengan alam Manusia berhasrat menguasai alam
Hakekat hubungan antara manusia dengan sesamanya (MM) Orientasi kolateral (horizontal), rasa ketergantungan pada sesamanya berjiwa gotong-royong) Orientasi vertical, rasa ketergantungan kepada tokoh-tokoh atasan dan berpangkat Individualisme menilai tinggi usaha kekuatan sendiri
H. Perubahan Kebudayaan
Tidak ada kebudayaan yang statis, semua kebudayaan mempunyai dinamika dan gerak. Gerak kebudayaan sebenarnya adalah gerak manusia yang hidup dalam masyarakat yang menjadi wadah kebudayaan tadi. Gerak manusia terjadi oleh karena dia mengadakan hubungan-hubungan dengan manusia lainnya. Artinya, karena terjadi hubungan antar kelompok manusia didalam masyarakat. Terjadinya gerak/perubahan ini disebabkan oleh beberapa hal yaitu :
1. Sebab-sebab yang berasal dari dalam masyarakat dan kebudayaan sendiri.
2. Sebab-sebab perubahan lingkungan alam dan fisik tempat mereka hidup.
I. Kaitan Manusia dan Kebudayaan
Dalam Sosiologi, manusia dan kebudayaan dinilai sebagai dwi tunggal, maksudnya bahwa walaupun keduanya berbeda tetapi keduanya merupakan satu kesatuan. Manusia menciptakan kebudayaan, dan setelah kebudayaan itu tercipta maka kebudayaan mengatur hidup manusia agar sesuai dengannya. Tampak bahwa keduanya akhirnya merupakan satu kesatuan. Contoh sederhana dapat kita lihat adalah hubungan antara manusia dengan peraturan-peraturan kemasyarakatan. Pada saat awalnya peraturan itu dibuat oleh manusia, setelah peraturan itu jadi maka manusia yang membuatnya harus patuh kepada peraturan itu.
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa manusia tidak dapat dilepaskan dari kebudayaan, karena kebudayaan itu merupakan perwujudan dari manusia itu sendiri. Apa yang tercakup dalam satu kebudayaan tidak akan jauh menyimpang dari kemauan manusia yang membuatnya.
Sumber :
http://elearning.gunadarma.ac.id/docmodul/ilmu_budaya_dasar/bab2manusia_dan_kebudayaan.pdf (Selasa, 15 Februari 2011 : 14.35 WIB)
Kamis, 17 Februari 2011
Pengertian, Tujuan dan Peran Ilmu Budaya Dasar
A. Pengertian Ilmu Budaya Dasar
Secara sederhana Ilmu Budaya Dasar (IBD) adalah pengetahuan yang dapat memberikan dasar dan pengertian umum tentang konsep yang digunakan untuk mengkaji masalah-masalah dan kebudayaan. Istilah IBD diperkenalkan di Indonesia sebagai pengganti istilah Basic Humanities yang berasal dari istilah bahasa Inggris “The Humanities” dan dalam bahasa Latin disebut Humanus yang berarti manusiawi, berbudaya dan halus.
B. Tujuan Ilmu Budaya Dasar
Tujuan Ilmu Budaya Dasar adalah pembentukan dan pengembangan kepribadian serta perluasan wawasan perhatian, pengetahuan dan pemikiran mengenai berbagai gejala yang ada dan timbul di dalam lingkungan, khususnya gejala-gejala yang berhubungan dengan kebudayaan dan kemanusiaan agar daya tanggap, persepsi dan penalaran berkenaan dengan lingkungan budaya dapat diperluas.
C. Peran Ilmu Budaya Dasar
1. Mengusahakan penajaman kepekaan mahasiswa terhadap lingkungan budaya sehingga
mereka akan lebih mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan yang baru terutama
untuk kepentingan profesi mereka dikemudian hari.
2. Memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk memperluas pandangan mereka
tentang masalah kemanusiaan dan budaya serta pengembangan daya kritis mereka
terhadap persoalan-persoalan yang menyangkut kedua hal tersebut.
3. Mengusahakan agar mahasiswa sebagai calon pemimpin bangsa dan negara serta ahli
dalam bidang disipln ilmu masing-masing, tidak terjerumus kedalam sifat-sifat
kedaerahan dan pengkotakan disiplin ilmu yang ketat.
4. Mengusahakan wahana komunikasi dan memfasilitasi para akademisi agar mereka lebih
Mampu berdialog satu sama lain. Dengan terjadinya dialog diharapkan akan lebih
memperlancar komunikasi dua arah yang pada gilirannya akan lebih memperlancar
pelaksanaan pembangunan dalam berbagai bidang.
Sumber : Buku Ilmu Budaya Dasar (Sebuah Kompilasi) : M. Sahlan Syafei (Kamis, 17 Februari 2011 : 08.10 WIB)
Secara sederhana Ilmu Budaya Dasar (IBD) adalah pengetahuan yang dapat memberikan dasar dan pengertian umum tentang konsep yang digunakan untuk mengkaji masalah-masalah dan kebudayaan. Istilah IBD diperkenalkan di Indonesia sebagai pengganti istilah Basic Humanities yang berasal dari istilah bahasa Inggris “The Humanities” dan dalam bahasa Latin disebut Humanus yang berarti manusiawi, berbudaya dan halus.
B. Tujuan Ilmu Budaya Dasar
Tujuan Ilmu Budaya Dasar adalah pembentukan dan pengembangan kepribadian serta perluasan wawasan perhatian, pengetahuan dan pemikiran mengenai berbagai gejala yang ada dan timbul di dalam lingkungan, khususnya gejala-gejala yang berhubungan dengan kebudayaan dan kemanusiaan agar daya tanggap, persepsi dan penalaran berkenaan dengan lingkungan budaya dapat diperluas.
C. Peran Ilmu Budaya Dasar
1. Mengusahakan penajaman kepekaan mahasiswa terhadap lingkungan budaya sehingga
mereka akan lebih mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan yang baru terutama
untuk kepentingan profesi mereka dikemudian hari.
2. Memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk memperluas pandangan mereka
tentang masalah kemanusiaan dan budaya serta pengembangan daya kritis mereka
terhadap persoalan-persoalan yang menyangkut kedua hal tersebut.
3. Mengusahakan agar mahasiswa sebagai calon pemimpin bangsa dan negara serta ahli
dalam bidang disipln ilmu masing-masing, tidak terjerumus kedalam sifat-sifat
kedaerahan dan pengkotakan disiplin ilmu yang ketat.
4. Mengusahakan wahana komunikasi dan memfasilitasi para akademisi agar mereka lebih
Mampu berdialog satu sama lain. Dengan terjadinya dialog diharapkan akan lebih
memperlancar komunikasi dua arah yang pada gilirannya akan lebih memperlancar
pelaksanaan pembangunan dalam berbagai bidang.
Sumber : Buku Ilmu Budaya Dasar (Sebuah Kompilasi) : M. Sahlan Syafei (Kamis, 17 Februari 2011 : 08.10 WIB)
Minggu, 14 November 2010
Budaya Barat vs Budaya Timur
Memang saat ini banyak sekali diperbincangkan tentang masalah budaya ini terutama pengaruhnya di Indonesia. Berikut saya jelaskan tentang ilustrasi perbedaan yang terdapat pada dua budaya tersebut yang saya dapat referensinya dari internet. Ilustrasi ini dibuat oleh seorang seniman China Yang Liu yang lahir di China yang bersekolah di Jerman. Dia melukiskan perbedaan budaya Asia dan Barat :
1. Opini
Orang Timur (Asia) cenderung berbelit-belit dalam hal berargumen, terkadang harus berputar-putar dulu untuk mengatakan sesuatu, padahal maksudnya tidak serumit yang dimaksud. Beda dengan orang Barat, langsung ke pokok masalah dan mereka tidak biasa basa-basi.
2. Waktu
Orang Asia terkenal kurang menghargai waktu, kalau ada janji, kadang tidak tepat waktu, banyak alasan. Orang Barat paling tidak suka kalau janji jam karet alias telat waktu.
3. Gaya Hidup
Orang Barat cenderung individualis, berbeda dengan orang Asia, kalau orang Asia khususnya Indonesia, makin senang kalau tetap deket sama keluarga.
4. Hubungan
Karena orang Barat lebih individualis, maka dalam pertemanan ataupun bersosialisasi cenderung terbatas, berbeda dengan orang Asia dimana dalam bersosialisasi atau pertemanan lebih komplek, makanya situs jejaring Facebook ataupun Friendster lebih banyak diminati oleh orang Asia, khususnya Indonesia. Kalau orang Barat hanya sekedarnya saja.
5. Perayaan / pesta
Jika ada kenduri atau pesta orang Asia lebih suka mengundang orang sebanyak mungkin kalau sedikit rasanya nggak afdol, bahkan ada yang buat acara beberapa kali dan dilokasi yang berbeda, contohnya dalam acara pernikahan, benar-benar pemborosan, berbeda dengan orang Barat, mau acara pernikahan saja undangannya lewat Fax. dan nggak semua orang diundang, cukup kerabat atau teman dekat, lebih sederhana dan nggak boros biaya.
6. Terhadap sesuatu yang Baru
Orang Barat kalau ada sesuatu yang baru, tidak serta merta ingin tahu dan ingin memiliki atau memakainya, hanya sekedar tahu saja, berbeda dengan orang Asia, kalau ada sesuatu yang baru, belum puas kalau belum sampai memilikinya, makanya tidak heran kalau orang Indonesia banyak yang konsumtif, punya handphone gonta ganti, bahkan ada yang koleksi HP, mobil tiap tahun gonta-ganti, hanya karena nggak mau ketinggalan model.
7. Anak
Di keluarga Barat, anak dididik supaya mandiri semenjak kecil, setelah dewasa orang tua sudah melepaskannya, sudah hidup masing-masing berbeda dengan di Asia terutama di Indonesia, perlakuan orang tua terhadap anak sudah sangat protektif, sehingga anak tidak mandiri, sampai usia dewasapun sang orang tua tetap masih aja ngurusin anaknya, dengan harapan keturunan mereka bisa lebih langgeng dan sukses.
8. Trendi
Jika orang Barat lebih seneng sesuatu yang berbau traditional dan alami, kebalikannya kalau orang Asia belum disebut trendi kalau tidak bergaya ke barat-baratan, Contoh : orang Asia lebih merasa gengsi kalau makan di tempat fast food, padahal dinegara asalnya makanan tersebut bisa dibilang makanan biasa saja.
9. Atasan / Bos
Ini yang menarik, orang Asia umumnya memperlakukan atasan lebih dari yang lainnya, dan sang atasannya pun senang diperlakukan seperti itu. Berbeda jika di Barat, atasan tidak terlalu menonjolkan diri sebagai yang punya kuasa penuh, tetap sejajar dengan bawahan, namun tetap punya kekuasaan dan diakui sebagai atasan.
10. Masa Tua
Kalau orang Asia masa tua lebih banyak mengurus cucu, kalau di Barat nggak ada namanya ngasuh cucu, paling banter sekedar temu kangen saja, karena hidupnya sudah masing-masing.
11. Transportasi
Dahulu orang Barat sewaktu muda lebih suka pakai mobil, sekarang malah lebih suka pakai sepeda, mungkin karena faktor pentingnya kesehatan berbeda dengan orang Asia, kalau dulu masih pakai sepeda (mampunya beli sepeda) sekarang sudah harus pakai mobil, kalau mampu lagi pakai supir pribadi.
12. Di tempat makan
Ditempat makan, kalau orang Barat cenderung tertib jika sedang makan, tidak rame dan seberisik orang Asia.
13. Wisata
Kalau lagi wisata, orang Asia paling suka foto-foto, beda sama orang barat, kalau ke tempat wisata lebih suka mengamati keindahan suasana dari pada foto-foto.
14. Keindahan tubuh ideal
Orang Barat merasa ideal punya warna kulit tubuh kecoklat-coklatan, sehingga sering berjemur dipantai, beda kalau orang Asia terutama orang Indonesia, malah sangat mendambakan warna kulit putih, makanya di Indonesia paling trend artis-artis Indo, malah tidak banyak yang menikah dengan orang Barat (bule), agas bisa memperbaiki keturunan.
15. Menghadapi masalah
Kalau orang Asia lebih umum berpikiran bagaimana supaya bisa menghindari masalah, berbeda dengan orang Barat, bagaimana jika saya menghadapi suatu masalah. Makanya jangan heran kalau di Indonesia orang ingin sukses mengambil jalan pintas, ingin bisnis sukses, main suap rekan bisnis, ingin anak sukses jadi pegawai negeri, main suap sana suap sini, ingin jadi caleg, asal punya duit jadi nomor urut 1, nggak sedikit yang datang ke dukun supaya lebih tercapai cita-cita jadi anggota dewan.
16. Marah
Kalau orang Barat lagi marah, memang benar-benar marah, beda kalau orang Asia lebih banyak memedam amarah, terkadang ada istilah dibalik senyuman ada kebencian.
17. Percaya Diri
Suka tidak suka orang Barat lebih percaya diri dibanding orang Asia.
18. Hari Minggu
Orang Asia lebih suka menghabiskan waktu hari libur Sabtu dan Minggu pergi jalan-jalan, sekedar pergi ke Mall, nonton bisokop, berbeda dengan orang Barat, lebih banyak menghabiskan waktu di rumah dibanding pergi jalan-jalan.
19. Makan
Umumnya orang Barat makan dibagi 3, makan pembuka, makanan utama, dan makanan penutup, beda kalau orang Asia ketiga2x-nya makanan utama.
Sumber :
http://adoer.wordpress.com/2009/02/27/perbedaan-antara-budaya-asia-dan-barat/ (Minggu, 7 November 2010; 11:55 WIB)
1. Opini
Orang Timur (Asia) cenderung berbelit-belit dalam hal berargumen, terkadang harus berputar-putar dulu untuk mengatakan sesuatu, padahal maksudnya tidak serumit yang dimaksud. Beda dengan orang Barat, langsung ke pokok masalah dan mereka tidak biasa basa-basi.
2. Waktu
Orang Asia terkenal kurang menghargai waktu, kalau ada janji, kadang tidak tepat waktu, banyak alasan. Orang Barat paling tidak suka kalau janji jam karet alias telat waktu.
3. Gaya Hidup
Orang Barat cenderung individualis, berbeda dengan orang Asia, kalau orang Asia khususnya Indonesia, makin senang kalau tetap deket sama keluarga.
4. Hubungan
Karena orang Barat lebih individualis, maka dalam pertemanan ataupun bersosialisasi cenderung terbatas, berbeda dengan orang Asia dimana dalam bersosialisasi atau pertemanan lebih komplek, makanya situs jejaring Facebook ataupun Friendster lebih banyak diminati oleh orang Asia, khususnya Indonesia. Kalau orang Barat hanya sekedarnya saja.
5. Perayaan / pesta
Jika ada kenduri atau pesta orang Asia lebih suka mengundang orang sebanyak mungkin kalau sedikit rasanya nggak afdol, bahkan ada yang buat acara beberapa kali dan dilokasi yang berbeda, contohnya dalam acara pernikahan, benar-benar pemborosan, berbeda dengan orang Barat, mau acara pernikahan saja undangannya lewat Fax. dan nggak semua orang diundang, cukup kerabat atau teman dekat, lebih sederhana dan nggak boros biaya.
6. Terhadap sesuatu yang Baru
Orang Barat kalau ada sesuatu yang baru, tidak serta merta ingin tahu dan ingin memiliki atau memakainya, hanya sekedar tahu saja, berbeda dengan orang Asia, kalau ada sesuatu yang baru, belum puas kalau belum sampai memilikinya, makanya tidak heran kalau orang Indonesia banyak yang konsumtif, punya handphone gonta ganti, bahkan ada yang koleksi HP, mobil tiap tahun gonta-ganti, hanya karena nggak mau ketinggalan model.
7. Anak
Di keluarga Barat, anak dididik supaya mandiri semenjak kecil, setelah dewasa orang tua sudah melepaskannya, sudah hidup masing-masing berbeda dengan di Asia terutama di Indonesia, perlakuan orang tua terhadap anak sudah sangat protektif, sehingga anak tidak mandiri, sampai usia dewasapun sang orang tua tetap masih aja ngurusin anaknya, dengan harapan keturunan mereka bisa lebih langgeng dan sukses.
8. Trendi
Jika orang Barat lebih seneng sesuatu yang berbau traditional dan alami, kebalikannya kalau orang Asia belum disebut trendi kalau tidak bergaya ke barat-baratan, Contoh : orang Asia lebih merasa gengsi kalau makan di tempat fast food, padahal dinegara asalnya makanan tersebut bisa dibilang makanan biasa saja.
9. Atasan / Bos
Ini yang menarik, orang Asia umumnya memperlakukan atasan lebih dari yang lainnya, dan sang atasannya pun senang diperlakukan seperti itu. Berbeda jika di Barat, atasan tidak terlalu menonjolkan diri sebagai yang punya kuasa penuh, tetap sejajar dengan bawahan, namun tetap punya kekuasaan dan diakui sebagai atasan.
10. Masa Tua
Kalau orang Asia masa tua lebih banyak mengurus cucu, kalau di Barat nggak ada namanya ngasuh cucu, paling banter sekedar temu kangen saja, karena hidupnya sudah masing-masing.
11. Transportasi
Dahulu orang Barat sewaktu muda lebih suka pakai mobil, sekarang malah lebih suka pakai sepeda, mungkin karena faktor pentingnya kesehatan berbeda dengan orang Asia, kalau dulu masih pakai sepeda (mampunya beli sepeda) sekarang sudah harus pakai mobil, kalau mampu lagi pakai supir pribadi.
12. Di tempat makan
Ditempat makan, kalau orang Barat cenderung tertib jika sedang makan, tidak rame dan seberisik orang Asia.
13. Wisata
Kalau lagi wisata, orang Asia paling suka foto-foto, beda sama orang barat, kalau ke tempat wisata lebih suka mengamati keindahan suasana dari pada foto-foto.
14. Keindahan tubuh ideal
Orang Barat merasa ideal punya warna kulit tubuh kecoklat-coklatan, sehingga sering berjemur dipantai, beda kalau orang Asia terutama orang Indonesia, malah sangat mendambakan warna kulit putih, makanya di Indonesia paling trend artis-artis Indo, malah tidak banyak yang menikah dengan orang Barat (bule), agas bisa memperbaiki keturunan.
15. Menghadapi masalah
Kalau orang Asia lebih umum berpikiran bagaimana supaya bisa menghindari masalah, berbeda dengan orang Barat, bagaimana jika saya menghadapi suatu masalah. Makanya jangan heran kalau di Indonesia orang ingin sukses mengambil jalan pintas, ingin bisnis sukses, main suap rekan bisnis, ingin anak sukses jadi pegawai negeri, main suap sana suap sini, ingin jadi caleg, asal punya duit jadi nomor urut 1, nggak sedikit yang datang ke dukun supaya lebih tercapai cita-cita jadi anggota dewan.
16. Marah
Kalau orang Barat lagi marah, memang benar-benar marah, beda kalau orang Asia lebih banyak memedam amarah, terkadang ada istilah dibalik senyuman ada kebencian.
17. Percaya Diri
Suka tidak suka orang Barat lebih percaya diri dibanding orang Asia.
18. Hari Minggu
Orang Asia lebih suka menghabiskan waktu hari libur Sabtu dan Minggu pergi jalan-jalan, sekedar pergi ke Mall, nonton bisokop, berbeda dengan orang Barat, lebih banyak menghabiskan waktu di rumah dibanding pergi jalan-jalan.
19. Makan
Umumnya orang Barat makan dibagi 3, makan pembuka, makanan utama, dan makanan penutup, beda kalau orang Asia ketiga2x-nya makanan utama.
Sumber :
http://adoer.wordpress.com/2009/02/27/perbedaan-antara-budaya-asia-dan-barat/ (Minggu, 7 November 2010; 11:55 WIB)
Minggu, 31 Oktober 2010
Tugas Bulan Oktober
Universitas Gunadarma merupakan salah satu Universitas yang ada di Indonesia. Di Gunadarma telah mempunyai fitur-fitur layanan berbasis IT yang sangat membantu para Dosen maupun Mahasiswa/i untuk mencari, mengetahui sampai mengerjakan tugas melalui fitur-fitur layanan yang telah disediakan, berikut ini adalah fitur-fitur layanan yang dapat diakses melalui internet :
1. BAAK Online
2. Studentsite
3. Staffsite
4. UG Open Courseware
5. UG Wartawarga
6. UG Comunity
7. Virtual Class
dan masih banyak lagi fitur-fitur layanan lainnnya.
Berikut ini adalah penjelasan mengenai salah satu fitur layanan yang ada di Universitas Gunadarma dalam hal ini saya menjelaskan tentang fitur layanan BAAK Online.
BAAK Universitas Gunadarma adalah biro yang menangani segala sesuatu yang berkaitan dengan penyelenggaraan kegiatan belajar-mengajar di Universitas Gunadarma dan administrasi akademik bagi seluruh mahasiswa Universitas Gunadarma. Di BAAK Online terdapat 6 menu yang masing-masing mempunyai informasi yang berbeda-beda. Menu-menu tersebut adalah Home, Tentang BAAK, FAQ, Situs SAP, Buku Pedoman dan Situs Jurusan. Penjelasan menu-menu tersebut adalah :
1. Menu Home
Pada menu ini terdapat banyak sekali informasi tetntang kegiatan perkuliahan di Universitas Gunadarma, antara lain Kalender Akademik, Jadwal Akademik, Info Pelayanan (Perkuliahan dan Ujian, Administrasi Akademik), News, Info Mahasiswa dan Arsip Berita.
2. Menu Tentang BAAK
Pada menu ini terdapat 3 sub menu yaitu Profil BAAK, Struktur BAAK (Sub Fakultas, Sub Koordisasi Perkuliahan, Sub Mentoring Perkuliahan dan Sub Ujian) dan Lokasi BAAK, berikut penjelasannya :
Bagian yang terdapat di BAAK antara lain :
1. BAAK Fakultas (Ilmu Komputer, Ekonomi, Teknik Sipil & Perencanaan, Teknologi Industri, Psikologi, dan Sastra);
2. Bagian Ujian Semester dan Bank Soal;
3. Bagian Koordinasi Perkuliahan
* Sub Bagian Jadwal Kuliah;
* Sub Bagian Koordinasi Mata Kuliah dan Penasihat Akademik;
* Sub Bagian Penghubung dan Pendamping Dosen.
4. Bagian Monitoring Kuliah.
* Sub Bagian Monitoring Kehadiran Dosen;
* Sub Bagian Monitoring Kehadiran Mahasiswa.
3. Menu FAQ
Menu ini melayani pertanyaan yang berkaitan dengan perkuliahan dan BAAK, biasanya menu ini lebih banyak dikunjungi oleh mahasiswa apabila ada suatu hal yang kurang jelas/kurang dimengerti untuk ditanyakan kepada BAAK dan selanjutnya BAAK akan menjawab secara ringkas dan jelas kepada yang bertanya.
4. Menu Situs SAP
Satuan Acara Perkuliahan (SAP) ialah yang berisi pembagian materi suatu matakuliah tiap kali kuliah (setiap pertemuan). SAP berisi rincian materi kuliah setiap pertemuan kuliah dan berikut tujuan belajarnya serta buku-buku acuan untuk belajar. Yang dimaksud tujuan belajar ialah apa yang minimal dikuasai mahasiswa setelah mendapat materi perkuliahan.
Setiap mata kuliah memiliki Satuan Acara Pengajaran (SAP) yang merupakan penjabaran secara rinci rencana perkuliahan. SAP tersebut harus memuat unsur-unsur sebagai berikut :
* Kode, nomor, dan nama mata kuliah.
* Kedudukan mata kuliah (Mata Kuliah Umum (MKU), Mata Kuliah Dasar Keahlian (MKDK) dan Mata Kuliah Keahlian (MKK))
* Semester dan tahun mata kuliah tersebut diajarkan.
* Bobot kredit.
* Tujuan mata kuliah.
* Mata Kuliah prasyarat (bilamana perlu).
* Nama pengajar.
* Waktu dan tempat kuliah
* Rincian acara perkuliahan dan bahan bacaan wajib dan anjuran.
* Cara mengevaluasi proses belajar-mengajar.
5. Menu Buku Pedoman
Pada menu ini terdapat buku-buku pedoman, diantaranya adalah :
* BUKU PEDOMAN PENYUSUNAN SILABUS
* BUKU PEDOMAN PENYUSUNAN SAP
* BUKU PEDOMAN PROSES BELAJAR MENGAJAR
* BUKU PEDOMAN PA & WALIKELAS
* BUKU PEDOMAN KEMAJUAN BELAJAR
* BUKU PEDOMAN TATA KRAMA DOSEN
* BUKU PEDOMAN TATA KRAMA MAHASISWA
6. Menu Situs Jurusan
Menu ini memuat tentang situs-situs jurusan yang ada di Universitas Gunadarma, di situs-situs tersebut terdapat banyak informasi masing-masing fakultas yang dapat diketahui oleh Dosen maupun Mahasiswa/i.
Pelayanan di Loket BAAK 1-8 Kampus D (Jl. Margonda Raya 100 Pondok Cina-Depok)
Senin - Kamis : 10.00 - 15.00 WIB
(Istirahat 12.00 - 13.00 WIB)
Jumat : 10.00 - 14.30 WIB
(Istirahat 11.30 - 13.30 WIB)
Sabtu : 09.30 - 12.00 WIB
Kelebihan BAAK Online :
* Terdapat banyak informasi tentang perkuliahan
* Membantu para mahasiswa/i untuk mengetahui kegiatan-kegiatan apa saja yang ada di Universitas Gunadarma
* Mmberikan pelayanan administrasi perkuliahan
* Informasi yang diberikan sangat jelas
Kekurangan BAAK Online :
* Terkadang fitur layanan ini terganggu dengan masalah jaringan sehingga sulit diakses
* Respon/jawaban dari pertanyaan yang diajukan oleh mahasiswa kepada BAAK Online kurang cepat.
Itulah penjelasan tentang fitur layanan BAAK Online, untuk lebih jelasnya silahkan kunjungi fitur layanan ini.
Sumber : http://baak.gunadarma.ac.id (Minggu, 31 Oktober 2010 : 16.30 WIB)
1. BAAK Online
2. Studentsite
3. Staffsite
4. UG Open Courseware
5. UG Wartawarga
6. UG Comunity
7. Virtual Class
dan masih banyak lagi fitur-fitur layanan lainnnya.
Berikut ini adalah penjelasan mengenai salah satu fitur layanan yang ada di Universitas Gunadarma dalam hal ini saya menjelaskan tentang fitur layanan BAAK Online.
BAAK Universitas Gunadarma adalah biro yang menangani segala sesuatu yang berkaitan dengan penyelenggaraan kegiatan belajar-mengajar di Universitas Gunadarma dan administrasi akademik bagi seluruh mahasiswa Universitas Gunadarma. Di BAAK Online terdapat 6 menu yang masing-masing mempunyai informasi yang berbeda-beda. Menu-menu tersebut adalah Home, Tentang BAAK, FAQ, Situs SAP, Buku Pedoman dan Situs Jurusan. Penjelasan menu-menu tersebut adalah :
1. Menu Home
Pada menu ini terdapat banyak sekali informasi tetntang kegiatan perkuliahan di Universitas Gunadarma, antara lain Kalender Akademik, Jadwal Akademik, Info Pelayanan (Perkuliahan dan Ujian, Administrasi Akademik), News, Info Mahasiswa dan Arsip Berita.
2. Menu Tentang BAAK
Pada menu ini terdapat 3 sub menu yaitu Profil BAAK, Struktur BAAK (Sub Fakultas, Sub Koordisasi Perkuliahan, Sub Mentoring Perkuliahan dan Sub Ujian) dan Lokasi BAAK, berikut penjelasannya :
Bagian yang terdapat di BAAK antara lain :
1. BAAK Fakultas (Ilmu Komputer, Ekonomi, Teknik Sipil & Perencanaan, Teknologi Industri, Psikologi, dan Sastra);
2. Bagian Ujian Semester dan Bank Soal;
3. Bagian Koordinasi Perkuliahan
* Sub Bagian Jadwal Kuliah;
* Sub Bagian Koordinasi Mata Kuliah dan Penasihat Akademik;
* Sub Bagian Penghubung dan Pendamping Dosen.
4. Bagian Monitoring Kuliah.
* Sub Bagian Monitoring Kehadiran Dosen;
* Sub Bagian Monitoring Kehadiran Mahasiswa.
3. Menu FAQ
Menu ini melayani pertanyaan yang berkaitan dengan perkuliahan dan BAAK, biasanya menu ini lebih banyak dikunjungi oleh mahasiswa apabila ada suatu hal yang kurang jelas/kurang dimengerti untuk ditanyakan kepada BAAK dan selanjutnya BAAK akan menjawab secara ringkas dan jelas kepada yang bertanya.
4. Menu Situs SAP
Satuan Acara Perkuliahan (SAP) ialah yang berisi pembagian materi suatu matakuliah tiap kali kuliah (setiap pertemuan). SAP berisi rincian materi kuliah setiap pertemuan kuliah dan berikut tujuan belajarnya serta buku-buku acuan untuk belajar. Yang dimaksud tujuan belajar ialah apa yang minimal dikuasai mahasiswa setelah mendapat materi perkuliahan.
Setiap mata kuliah memiliki Satuan Acara Pengajaran (SAP) yang merupakan penjabaran secara rinci rencana perkuliahan. SAP tersebut harus memuat unsur-unsur sebagai berikut :
* Kode, nomor, dan nama mata kuliah.
* Kedudukan mata kuliah (Mata Kuliah Umum (MKU), Mata Kuliah Dasar Keahlian (MKDK) dan Mata Kuliah Keahlian (MKK))
* Semester dan tahun mata kuliah tersebut diajarkan.
* Bobot kredit.
* Tujuan mata kuliah.
* Mata Kuliah prasyarat (bilamana perlu).
* Nama pengajar.
* Waktu dan tempat kuliah
* Rincian acara perkuliahan dan bahan bacaan wajib dan anjuran.
* Cara mengevaluasi proses belajar-mengajar.
5. Menu Buku Pedoman
Pada menu ini terdapat buku-buku pedoman, diantaranya adalah :
* BUKU PEDOMAN PENYUSUNAN SILABUS
* BUKU PEDOMAN PENYUSUNAN SAP
* BUKU PEDOMAN PROSES BELAJAR MENGAJAR
* BUKU PEDOMAN PA & WALIKELAS
* BUKU PEDOMAN KEMAJUAN BELAJAR
* BUKU PEDOMAN TATA KRAMA DOSEN
* BUKU PEDOMAN TATA KRAMA MAHASISWA
6. Menu Situs Jurusan
Menu ini memuat tentang situs-situs jurusan yang ada di Universitas Gunadarma, di situs-situs tersebut terdapat banyak informasi masing-masing fakultas yang dapat diketahui oleh Dosen maupun Mahasiswa/i.
Pelayanan di Loket BAAK 1-8 Kampus D (Jl. Margonda Raya 100 Pondok Cina-Depok)
Senin - Kamis : 10.00 - 15.00 WIB
(Istirahat 12.00 - 13.00 WIB)
Jumat : 10.00 - 14.30 WIB
(Istirahat 11.30 - 13.30 WIB)
Sabtu : 09.30 - 12.00 WIB
Kelebihan BAAK Online :
* Terdapat banyak informasi tentang perkuliahan
* Membantu para mahasiswa/i untuk mengetahui kegiatan-kegiatan apa saja yang ada di Universitas Gunadarma
* Mmberikan pelayanan administrasi perkuliahan
* Informasi yang diberikan sangat jelas
Kekurangan BAAK Online :
* Terkadang fitur layanan ini terganggu dengan masalah jaringan sehingga sulit diakses
* Respon/jawaban dari pertanyaan yang diajukan oleh mahasiswa kepada BAAK Online kurang cepat.
Itulah penjelasan tentang fitur layanan BAAK Online, untuk lebih jelasnya silahkan kunjungi fitur layanan ini.
Sumber : http://baak.gunadarma.ac.id (Minggu, 31 Oktober 2010 : 16.30 WIB)
Jumat, 24 September 2010
Masalah-masalah sosial yang terjadi di Indonesia
PENDATANG BARU DI KOTA JAKARTA
Jakarta merupakan kota metropolitan dan pusat Pemerintahan Republik Indonesia. Di kota ini sebenarnya banyak tersedia lapangan pekerjaan yang layak, akan tetapi untuk mendapatkannya tidaklah semudah membalikkan telapak tangan melainkan harus dengan usaha, kemampuan serta pengalaman para pencari kerja.
Banyak yang masyarakat berpendapat kota Jakarta sebagai tempat untuk mendapatkan apa yang kita impikan tetapi tidak sedikit pula orang berpendapat bahwa di kota ini mencari apa yang kita dambakan itu sulit. Mereka yang berpendapat baik tentang kota Jakarta tentu saja telah menikmati hasil usaha mereka selama ini dan masyarakat yang berpendapat kontra justru sebaliknya.
Berkaitan dengan hal di atas, untuk meratakan kesejahteraan penduduknya sangat sulit karena masih banyak masyarakat yang hidup pas-pasan. Merupakan suatu pekerjaan rumah yang harus diselesaikan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengingat akan bertambahnya jumlah penduduk di kota ini setelah libur lebaran. Dan menurut prediksi, jumlah pendatang baru dari luar Jakarta akan bertambah 60 ribu orang. Jumlah fantastis itu menurun dibandingkan tahun 2009 yang mencapai 69.554 pendatang.
Menurut Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) DKI Jakarta Franky Mangatas Pandjaitan mengatakan prediksi ini berdasar tren penurunan jumlah pendatang baru setiap tahun. Data Dinas Dukcapil DKI Jakarta menunjukkan jumlah pendatang baru mencapai 109.617 orang pada 2007, 88.473 orang pada 2008, dan 69.554 orang pada 2009. Penurunan angka itu menggambarkan telah terciptanya kerjasama antara Pemprov DKI dan Pemerintah Daerah dalam menyosialisasikan peraturan dan ketentuan administrasi kependudukan di DKI Jakarta.
Langkah itu akan diikuti dengan sosialisasi aturan kependudukan, terutama di kawasan yang mengalami lonjakan jumlah penduduk sangat tinggi. Selain itu, Operasi Yustisi Kependudukan (OYK) akan dilakukan serentak di lima wilayah DKI Jakarta. OYK ini bukan untuk menakuti masyarakat, melainkan hanya untuk mengingatkan pendatang baru agar segera melengkapi syarat administrasi kependudukan sesuai aturan yang ada sebagai masyarakat yang berdomisili di Jakarta.
Sumber : http://www.koran-jakarta.com (Selasa, 14 September 2010)
Jakarta merupakan kota metropolitan dan pusat Pemerintahan Republik Indonesia. Di kota ini sebenarnya banyak tersedia lapangan pekerjaan yang layak, akan tetapi untuk mendapatkannya tidaklah semudah membalikkan telapak tangan melainkan harus dengan usaha, kemampuan serta pengalaman para pencari kerja.
Banyak yang masyarakat berpendapat kota Jakarta sebagai tempat untuk mendapatkan apa yang kita impikan tetapi tidak sedikit pula orang berpendapat bahwa di kota ini mencari apa yang kita dambakan itu sulit. Mereka yang berpendapat baik tentang kota Jakarta tentu saja telah menikmati hasil usaha mereka selama ini dan masyarakat yang berpendapat kontra justru sebaliknya.
Berkaitan dengan hal di atas, untuk meratakan kesejahteraan penduduknya sangat sulit karena masih banyak masyarakat yang hidup pas-pasan. Merupakan suatu pekerjaan rumah yang harus diselesaikan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengingat akan bertambahnya jumlah penduduk di kota ini setelah libur lebaran. Dan menurut prediksi, jumlah pendatang baru dari luar Jakarta akan bertambah 60 ribu orang. Jumlah fantastis itu menurun dibandingkan tahun 2009 yang mencapai 69.554 pendatang.
Menurut Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) DKI Jakarta Franky Mangatas Pandjaitan mengatakan prediksi ini berdasar tren penurunan jumlah pendatang baru setiap tahun. Data Dinas Dukcapil DKI Jakarta menunjukkan jumlah pendatang baru mencapai 109.617 orang pada 2007, 88.473 orang pada 2008, dan 69.554 orang pada 2009. Penurunan angka itu menggambarkan telah terciptanya kerjasama antara Pemprov DKI dan Pemerintah Daerah dalam menyosialisasikan peraturan dan ketentuan administrasi kependudukan di DKI Jakarta.
Langkah itu akan diikuti dengan sosialisasi aturan kependudukan, terutama di kawasan yang mengalami lonjakan jumlah penduduk sangat tinggi. Selain itu, Operasi Yustisi Kependudukan (OYK) akan dilakukan serentak di lima wilayah DKI Jakarta. OYK ini bukan untuk menakuti masyarakat, melainkan hanya untuk mengingatkan pendatang baru agar segera melengkapi syarat administrasi kependudukan sesuai aturan yang ada sebagai masyarakat yang berdomisili di Jakarta.
Sumber : http://www.koran-jakarta.com (Selasa, 14 September 2010)
Langganan:
Postingan (Atom)